Wanita Ini Habiskan Puluhan Juta Rupiah untuk Operasi Plastik Kucingnya

Oleh Yaya Jarkasi, Ade Danty   ยท   01 Mar 2019 12:49 WIB   

Sebuah kabar yang menghebohkan dunia pekan ini datang dari Negara China dimana seorang wanita mendapat kecaman dari berbagai pihak sebab membawa kucingnya ke dokter kecantikan. Bukan untuk sekedar ingin perawatan, dikabarkan bahwa wanita yang tak disebutkan namanya itu membawa kucingnya untuk menjalani operasi plastik kelopak mata agar terlihat lebih cantik.

Nampak, pada foto kucing yang telah beredar luas tersebut terlihat kedua matanya lebam dan masih ada jahitan. Tak tanggung-tanggung biaya yang harus dikeluarkan adalah 1.100 poundsterling atau sekitar 18 juta rupiah. Operasi tersebut dilakukan di kawasan Nanjing, Provinsi Jiangsu. Setelah foto dan kabar ini beredar luas, banyak orang yang memberikan kecaman pada sang pemilik hewan.

Bahkan organisasi hak asasi hewan, PETA juga angkat bicara dan mengecamnya. Melalui pejabat pers PETA Asia, Keith Guo menyatakan bahwa hewan tersebut bukanlah barang mode yang bisa diubah sesuka hati seperti yang dilakukan oleh wanita itu. Operasi plastik pada hewan sangat berbeda dengan manusia.

Hewan lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan dan yang paling sulit adalah karena mereka tidak mampu berbicara jika mengalami sakit. Guo kemudian melanjutkan bahwa jika seseorang ingin merubah hewan peliharaan, maka tidak seharusnya ia memilikinya.

Hewan tersebut bisa mati karena infeksi setelah operasi atau mengalami gangguan lainnya.Mendengar dirinya diberitakan dimana-mana, wanita itu angkat bicara bahwa ia membawa kucingnya untuk operasi plastik bukan karena ingin agar kucingnya cantik tapi karena kucing tersebut mengalami triachiasis dimana bulu matanya tumbuh kedalam mata sehingga membuat si kucing terus mengeluarkan air mata.

Kanal Kiriman Pembaca terdiri dari video dan artikel kiriman pembaca VidioViral.Com dan kami tidak bertanggung jawab atas isinya. Untuk melihat kiriman lain dari kontributor ini, silakan kunjungi situs berikut [Yaya Jarkasi]