Viral Video 2 Oknum Polisi Diduga Aniaya Pria karena Tak Terima Direkam saat Menilang

Oleh Sesar Aji   ·   28 Mar 2019 18:33 WIB   

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan tindak dugaan penganiayaan 2 oknum petugas polisi kepada seorang pria. video tersebut direkam dan diunggah sendiri oleh korban yang bernama Benni Edwardo melalui akun YouTube-nya benni eduward pada Rabu (27/3).

Dalam video berdurasi 8 menit 18 detik itu awalnya korban merekam aksi penilangan yang dilakukan seorang oknum polisi di kawasan Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara kepada seorang pengendara motro. Namun rekaman itu diminta untuk dihapus dari kamera oleh oknum polisi tersebut

“Sebenarnya saya tadi sudah dapat bukti, jadi beliau ini yang pakai baret warna coklat itu nerima uang dari dari salah satu pelanggar. Pelanggarnya tadi saya sempat video-kan juga. Karena itu dia mendatangi saya, karena memang saya pada saat merekam dia lihat saya,” kata Benni dalam video.

Kemudian insiden terjadi saat Benni mendatangi si oknum polisi untuk mencoba bertanya alasan kenapa rekamannya diminta dihapus. Ia mendapat perlakuan kasar oleh 2 oknum polisi di lokasi.

“Hp saya terjatuh ke trotoar dan direbut Aiptu A. Ini hasil ketika Aipda B menyeret saya sambil piting leher sampai k Pos V Podomoro. Aiptu A sempat berusaha menghapus dan mencabut memory handphone. Parahnya lagi menyebut saya teroris,” tulis Benni di dalam video.

Atas penganiayaan yang dialaminya, Benni kemudian membuat laporan di Polres Metro Jakarta Pusat dan langsung melakukan visum di RSU Koja.

Terkait hal tersebut, Kasatlantas Polres Jakarta Utara AKBP Agung Pitoyo membenarkan anggota Satlantas dalam video tersebut adalah anggotanya. Namun, Agung membantah jika anggotanya melakukan pemukulan.

“Memang itu anggota kami dan awal mulanya adalah seorang yang sedang mengambil gambar secara live di sekitar plotting (lokasi tugas) anggota pengaturan. Namun saat handphone-nya mau dilihat oleh anggota kami, tidak diberikan sehingga anggota sedikit memaksa seperti yang ada di video tersebut dan tidak melakukan pemukulan,” kata Agung dilansir dari kumparan.com, Kamis (28/3).