Viral, Pratu Randi TNI Yang Gugur Menyelamatkan Siswa PAUD Dalam Kecelakaan Tank

Oleh Ati Johan   ยท   12 Mar 2018 08:35 WIB   

Sebuah kendaraan lapis baja yang mengangkut anak-anak Taman Kanak-kanan (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tenggelam di sungai tersebut.

Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bernama Pratu Randi menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan tragis yang terjadi di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/3/2018) kemarin.

Meninggalnya Pratu Randi bukan karena tenggelam ke sungai, melainkan kelelahan setelah berjuang menyelamatkan siswa-siswi TK yang terjebak dalam tank.

Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, Pratu Randi terus mengevakuasi anak-anak yang jumlahnya ada puluhan.

Sayangnya, dia sendiri malah terbawa arus karena kelelahan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kadispendat TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh.

Selain Pratu Randi, korban meninggal dunia lainnya adalah Ny Iswandari.

Dirinya merupakan Ketua Yayasan TK Ananda. Iswandari sempat dilarikan ke rumah sakit setelah terbawa arus sungai.

Sayangnya, dirinya meninggal dunia saat mendapatkan perawatan. Jenazah Iswandari sudah dimakamkan pada hari Minggu (11/3/2018) siang tadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit M113 milik TNI AD tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo.

Sebenarnya M113 ini bukan sebuah tank, tapi kendaraan pengangkut personel yang kerap dikenal dengan sebutan Armoured Personnel Carrier (APC) atau kendaraan tempur (renpur).

Kendaraan tempur itu mengangkut siswa PAUD dan TK dalam rangka outbound.

Sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan PAUD dan TK Sindurjan melaksanakan outbound di Yonif 412/BES.

Para siswa melaksanakan simulasi naik helikopter bersama siswa-siswi TK Masitoh, TK Siwi, PAUD Lestari, dan PAUD Handayani.

Setelah selesai, mereka diajak ke lapangan HR untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

Oleh personil Yonif 412, para siswa ini diperkenalkan dengan lintasan HR.

Setelah itu, mereka diajak ke garasi dan diperkenalkan berbagai tank, salah satunya M113.

Lalu, mereka diajak naik kendaraan tempur tersebut ke Sungai Bogowonto.

Ada tiga unit tank yang dikeluarkan, di mana setiap kendaraan tempurnya diisi sekitar 20 penumpang TK dan PAUD.

Pada putaran pertama, tiga tank berjalan dengan mulus.

Namun, saat putaran kedua, sebuah tank tergelincir dan tenggelam.

Sementara kedua tank lainnya selamat.