Uniknya, Pembuat Patung Orang Mati Viral

Oleh Ati Johan   Â·   11 Mar 2018 15:05 WIB   
Dalam budayaToraja, Tau-tau adalah patung yang mewakili orang yang telah meninggal dunia.Diukir dari kayu atau bambu, patung Tau-tau biasanya ditemukan di dekat tempatmayat almarhum telah diletakkan untuk beristirahat.

Patung Tau-Tau"Ditemukan" dan dibuka untuk dunia dari isolasi panjang mereka hanya sejak awalabad yang lalu, kelompok etnis Toraja, yang tinggal di pegunungan utara diSulawesi Selatan.

Kata Tau-tauberasal dari istilah "Tau" yang berarti manusia, dan pengulangan kata dalambahasa lokal maupun bahasa indonesia sering berarti "sesuatu yang menyerupai".Karena itu, tau-tau bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang menyerupai manusia.

Meski diukirberdasarkan bentuk fisik almarhum, Tau-tau mewakili semangat mereka yangdiyakini terus eksis di alam baka (sebuah dunia yang dikenal sebagai Poyo dalamBudaya Toraja).

Bagi mereka denganstatus sosial yang lebih rendah, Tau-tau bisa dibuat dari bambu, sedangkanuntuk kelas menengah Tau-tau terbuat dari kayu cendana atau kayu Randu;sedangkan untuk kelas tertinggi (atau royalti), bahan yang digunakan untukTau-tau terbuat dari pohon nangka. Selain itu, tanduk kerbau atau tulang seringdigunakan untuk bola mata.

Untuk membuatTau-tau juga harus mengikuti langkah-langkah yang tepat dalam mengukirnyamengikuti ritual tertentu, mulai dari penebangan pohon untuk kayunya. Sementaraselama proses ukir, pengrajin juga perlu bekerja di dekat tubuh almarhum. Untukupacara pemakaman, Tau-tau berpakaian kostum tradisional. Tau-tau laki-lakisering memakai sarung, sementara Tau-tau wanita berpakaian blus ˜kebayatradisional. Tau-taus juga dihiasi hiasan kepala, dompet berisi potongan perakdan emas, pisau sakral, dan pusaka lainnya yang terkait erat dengan royalti dankeahlian.

Patung Tau-tauditempatkan di balkon di atas tebing atau di bagian luar gua tempat tubuhalmarhum ditempatkan. Seperti "tebing gantung" bisa dikunjungi oleh desa Londa.Orang-orang Toraja percaya bahwa roh orang mati memasuki Tau-tau dan terushidup terus, sehingga menjaga hubungan penting antara orang mati dan yanghidup. Meski saat ini sebagian besar orang Toraja telah masuk agama Kristen,Tau-tau tetap menjadi simbol penting dalam budayanya.

Keahlian membuatPatung Tau-Tau sudah diwariskan secara turun temurun. Semakin ahli si pembuatTau-Tau, dia tidak perlu lagi menggunakan alat pengukur. Untuk membuat rautmuka Tau-Tau, Si pematung hanya memerlukan foto orang yang sudah meninggaltersebut.