Tak Terima Putusan Hakim, Sidang Kasus Korupsi di PN Medan Berakhir Ricuh

Oleh Sesar Aji   ยท   09 Mar 2019 17:43 WIB   

Sidang putusan kasus korupsi proyek EPC IPA Martubung PDAM Tirtanadi Sumatera Utara di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada hari Jumat (8/3) berakhir ricuh. Kericuhan disebabkan protes dari pihak penasehat hukum yang tidak terima dengan putusan majelis hakim.

Pada sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim Tipikor PN Medan, Sapril Batubara, menghukum terdakwa Staff Keuangan Promits LJU Flora Simbolon selama 8 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidir 3 bulan karena terbukti bersalah dalam pengerjaan proyek tersebut.

Usai persidangan, suasana menjadi panas kala pengacara terdakwa menanyakan alasan majelis menjatuhkan hukuman terlalu tinggi dan mengabaikan putusan praperadilan yang menyatakan penetapan tersangka kepada flora tidak sah.

Kericuhan itu bahkan berlanjut hingga di luar gedung dengan massa yang lebih banyak. Suasana baru bisa diredam usai Humas PN Medan, Erintuah Damamik, ikut keluar menenangkan massa.