Tak Mau Bayar Biaya Rumah Sakit, Keluarga Pasien Teriakin Bidan Pencuri

Oleh Ati Johan   ยท   22 Mar 2018 06:14 WIB   

Apakah yang dimaksud dengan "penghinaan" dalam perspektif hukum ? R. Soesilo menjelaskankan terkait pasal 310 KUHP, bahwa "menghina" adalah "menyerang kehormatan dan nama baik seseorang".

Seorang bidan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima mengadu ke kantor Polsek Rasane Timur, Selasa (20/03/2018).

Petugas medis ini mengaku jadi korban kasus tindak pidana penghinaan setelah didatangi oknum keluarga pasien saat memintai kembali biaya persalinan di rumah sakit setempat.

Pasalnya, bidan bernama Nur Agustingsih disebut-sebut telah menerima sejumlah uang jaminan untuk biaya persalinan.

Tidak terima hal itu, korban melaporkan Dedi, suami pasien warga asal Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, karena dinilai telah menyerang pribadinya di ruang umum.

Saat mendatangi kantor polisi, bidan Nur ditemani rekan kerja serta didampingi sekretaris rumah sakit setempat.

Sekretaris RSUD Bima, Suharto SKep mengatakan, kasus penghinaan yang dialami pegawainya itu terjadi pada Kamis (15/3/2018) pekan lalu.

Kasus pencemaran nama baik itu bermula saat korban sedang bekerja di ruang Inafis Rumah Sakit Umum Daerah Bima.

Namun sekitar pukul 11.30 Wita terduga Dedi tiba-tiba datang menghampiri pelapor dan langsung meneriakinya pencuri.

Ia mengaku, oknum rupanya mendatangi korban dengan alasan ingin meminta kembali biaya perawatan istrinya tahun 2015 lalu. Saat itu, korban disebut-sebut terlapor telah menerima uang jaminan untuk biaya persalinan istrinya sebesar Rp 3.470.000,-

Karena tak kunjung dikembalikan, Dedi mengamuk dan meminta pihak manajemen rumah sakit segera mengembalikan seluruh biaya perawatan istrinya.

Sebelumnya, Istri terlapor pernah dirawat di RSUD Bima tahun 2015 lalu. Namun saat pertama kali memasuki rumah sakit, ia tidak terdaftar sebagai peserta BPJS.

Kendati demikian, korban bersama petugas lain pun memberi kelonggaran untuk segera menyelesaikan kelengkapan adiministrasi dalam beberapa hari kedepan. Tetapi, Dedi tak kunjung mengurus BPJS untuk meringankan beban biaya perawatan istrinya.

Lantaran tidak melengkapi dokumen administrasi BPJS, istri terlapor akhirnya dimasukkan ke daftar pasien umum. Petugas kemudian meminta Dedi segera melunasi uang jaminan untuk biaya perawatan istrinya .

Tidak terima dengan kebijakan itu, lanjut Suharto, terlapor akhirnya mendatangi rumah sakit setelah hampir 5 tahun dia dan istrinya kembali ke kampung asal usai menjalani perawatan medis.

Akibat perbuatan oknum keluarga pasien itu, aktivitas para tenaga medis menjadi terganggu beberapa saat. Aktivitas pegawai pun kembali normal setelah oknum kabur saat mengetahui keluarga korban mendatangi rumah sakit.

Kini, kasus penghinaan tenaga medis ini tengah ditangani penyidik Polsek Rasane Timur.

Sementara itu, korban yang hendak diwawancara usai memberikan laporan polisi belum siap memberikan keterangan pers.