Tak Kenakan Jilbab dan Menari di Jalan, Perempuan Iran Dipersekusi

Oleh Yaya Jarkasi, Ade Danty   ยท   20 Jun 2019 18:15 WIB   

Selama ini permasalahan seputar pengenaan jilbab masih menjadi polemik tersendiri di berbagai negara. Baru-baru ini terjadi sebuah peristiwa dimana seorang perempuan Iran mendapat perlakuan persekusi dikarenakan tak mengenakan jilbab ditambah lagi perempuan yang tak disebutkan namanya tersebut menari-nari.

Kejadian ini terjadi di kota pesisir Rasht di Laut Kaspia, kemudian bukti yang bisa dilihat berupa rekaman dari kamera yang dimana memperlihatkan kejadian kurang etis dilakukan secara sengaja oleh sejumlah orang. Seorang perempuan yang membuka jilbabnya dan menari-nari tersebut mulanya dikerumuni oleh beberapa orang, kemudian seorang pria dengan sengaja mencengkeram kepala perempuan tersebut kemudian membantingnya.

Setelah terjatuh terlihat perempuan tersebut berusaha berdiri, akan tetapi orang lain melanjutkan tindakan kekerasan berupa pemukulan di area wajah, sampai perempuan tersebut terjatuh. Menanggapi kejadian tersebut pemerintah Iran memang membuat sebuah aturan sejak revoluasi di tahun 1979 mengenai pakaian Islami yang terkesan ketat oleh kaum perempuan.

Pada peraturan tersebut tercantum bahwa dari setiap perempuan yang sudah berusia 13 tahun ke atas juga harus menutupi diri dengan pakaian berawal dari bagian kepala sampai bagian kaki. Disamping tertutup, peraturan tersebut juga mengharuskan pihak perempuan untuk tidak menggunakan gaun dimana memperlihatkan bentuk tubuh secara mencolok.

Ada bentuk hukuman dari pelanggar norma pakaian bagi para perempuan berusia 13 tahun ke atas tersebut yakni dua bulan penjara ataupun mendapat denda sebesar 500.000 Real atau setara dengan Rp 305 ribu.Mengenai pembicaraan ataupun seputar peraturan yang khusus diperuntukkan bagi perempuan dalam hal berbusana, Presiden Hassan Rouhani memiliki pendapat tersendiri.

Dimana urusan pelanggaran hukum dalam peraturan etika berbusana tersebut bukan menjadi ranah polisi dalam menegakkan aturan agama.Sebelum peristiwa ini viral, ternyata pihak kepolisian Iran sudah melakukan beragam operasi sejak tahun 2016. Dimana pada saat itu pihak kepolisian Iran telah membuat 7000 polisi moral yang melakukan penyamaran dalam mencari para perempuan yang tidak mengenakan jilbab sesuai kaedah yang sudah ditetapkan.

Peraturan mengenai jilbab ini memang sudah semakin diperketat setelah ada kejadian seorang pengacara bernama Nasrin Sotoudeh yang mana mendapat hukuman 33 tahun penjara ditambah cambukan sebanyak 148 kali disebabkan memberi perlindungan terhadap perempuan yang melepas jilbab.

Kanal Kiriman Pembaca terdiri dari video dan artikel kiriman pembaca VidioViral.Com dan kami tidak bertanggung jawab atas isinya. Untuk melihat kiriman lain dari kontributor ini, silakan kunjungi situs berikut [Yaya Jarkasi]