Selama Kampanye Jokowi Dipaksa Cuti, Yusril Pasang Badan

Oleh Ati Johan   ยท   10 Sep 2018 09:42 WIB   

Pemilihan presiden akan berlangsung di tahun 2019 nanti. Sejumlahpihak tertentu menginginkan untuk calon presiden libur atau cuti bila inginmengikuti menjadi kontestan Pilpres. GuruBesar Hukum Tata Negara, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa bagi siapasaja yang menjadi petahana (presiden) di negara kita, hal ini tidaklah perlu.

Pada pasal 6 UU Nomor 42/2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,memang diatur bahwa pejabat negara yang mencalonkan diri sebagai calon presidenwajib mundur dari jabatannya. "Namun ketentuan itu tidak berlaku bagiPresiden sebagai petahana," tekan Yusril. Sejak beredar beredar salinanPasal 6 UU Nomor 42 Tahun 2018 disertai kata-kata "Jokowi Sudah Sah BukanPresiden Indonesia dan Harus Mundur Sekarang Juga" di media sosial, bahasan inimenjadi viral di media sosial.

Karena itu Yusrilmengatakan bahwa UU Nomor 42/2008 sudah resmi dicabut dan dinyatakan tidakberlaku lagi. Hal itu berdasarkan Pasal 571 huruf a UU No 7/2017 tentang Pemiluyang diberlakukan sejak tanggal 16 Agustus 2017 lalu. Yusril mengatakan iniberdasarkan pendapat hukum bukan karena ia mendukung Pak Jokowi.