Sekolah Ini Pekerjakan Pembunuh Anak yang Dikenal Sangat Kejam

Oleh Enjang Ghozali, Ade Danty   ยท   21 Jun 2019 08:54 WIB   

Kita pasti mengenal bahwa sekolah menjadi tempat untuk belajar banyak orang. Tetapi apa jadinya bila sebuah sekolah mempekerjakan pembunuh anak dimana sudah dikenal oleh banyak orang. Seorang pembunuh anak berasal dari Spanyol dikabarkan telah bekerja sebagai seorang asisten pengajar di sekolah dasar di Inggris. Dari kasus pembunuhan anak dengan cara menggorok leher seorang gadis, kemudian menikamnya selama 30 kali lebih tersebut membuat dunia tercengang.

Pasalnya dari pihak sekolah dasar di Oxford Inggris tersebut tidak mengetahui secara pasti bahwa ada seorang pembunuh kejam yang bekerja di dalamnya. Iria Surez Gonzlez berusia 35 tahun kemudian bersama dengan sahabatnya tega membunuh seorang pelajar di tahun 2000 silam. Tetapi kejadian tersebut tidak disadari oleh Sekolah Dasar Oxford Barat.

Sehingga pelaku masih sempat bekerja di sekolah dasar tersebut selama 10 bulan. Pelaku dinilai pintar dalam memanfaatkan celah hukum, sehngga dirinya tak merasa perlu untuk memberitahukan semua tentang masa lalunya. Kabar mengejutkannya lagi dari pihak staf sekolah beserta para murid di dalam sekolah dasar tersebut belum menyadari bahwa Gonzalez telah melakukan pembunuhan atas nama Clara Garcia.

Sejak pertama kali bekerja di usia 16 tahun, Gonzlez bersama dengan sahabatnya yakni Raquel Carlet Torrejn dimana usianya setahun lebih tua mengantar korban ke sebuah lapangan. Dari situlah keduanya memotong leher korban kemudian menikamnya sebanyak 32 kali. Berdasarkan dari keterangan pihak berwajib setempat, diduga kedua penjahat sekaligus pembunuh tersebut melakukan aksinya lantaran ingin merasakan bagaimana membunuh seseorang.

Karena dilakukan di usia 16 dan 17 tahun, maka sesuai dengan hukum Spanyol menyatakan bahwa semua tindak kejahatan oleh anak berusia di bawah umur bisa dihapus setelah 10 tahun saat pelaku memasuki usia 18 tahun. Dari peraturan tersebut kemungkinan besar Gonzlez masih berada di jeruji besi sampai 2006, kemudian mendaftar sekolah di Inggirs pada tahun 2016. Setelah memasuki tahun 2017, Gonzlez memiliki tugas sebagai pengajar di sebuah ruang kelas.

Anehnya lagi, semua anak-anak beserta guru di sekolah tersebut tidak mengetahui apa-apa mengenai sejarah kejahatan yang dilakukan Gozlez. Semua masa lalu Gonzlez dimana persitiwa kelam dan menyeramkan tersebut terungkap setelah dirinya meninggalkan sekolah bersama dengan dewan kota dalam jangka waktu tiga bulan kemudian. Pada bulan Februari 2019, Gonzlez telah dimasukkan ke Pengadilan Oxford Crown karena diduga melakukan pembunuhan kejam dan juga tidak mengungkap kasusnya.

Dikutip dari halaman Metro, Selasa (18/6/2019) dijelaskan oleh juru bicara Kejaksaan Kerajaan Inggris dimana pihaknya terus meninjau berbagai kasus sehingga ada banyak pertimbangan informasi apakah sudah terungkap ataupun akan ditindaklanjuti.

Dalam sistem hukum tepatnya di Spanyol, semua pihak terpidana di Inggris diwajibkan mengungkapkan latar belakang tindak kejahatan seseorang. Mengenai persoalan perekrutan tenaga pengajar sudah menjadi tanggung jawab sekolah, sehingga pihak sekolah harus mengikuti semua prosedur dan juga tata cara dalam melakukan prosedur perekrutan lebih mendetail.

Kanal Kiriman Pembaca terdiri dari video dan artikel kiriman pembaca VidioViral.Com dan kami tidak bertanggung jawab atas isinya. Untuk melihat kiriman lain dari kontributor ini, silakan kunjungi situs berikut [Enjang Ghozali]