Sajikan 'Crepes' Bercampur Air Kencing dan Sperma, Para Siswa di Ohio Dilaporkan

Oleh Yaya Jarkasi, Ade Danty   ยท   22 Mei 2019 08:44 WIB   

Kenakalan di masa remaja mungkin sudah biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari sebagian orang. Namun, jika kenakalan tersebut melewati batas dan merugikan banyak orang sudah sewajarnya harus ditindaklanjuti. Seperti yang terjadi di sebuah SMP di Ohio, Amerika Serikat yang diselidiki karena ada siswanya yang melakukan hal tak pantas kepada para guru mereka.

Dikabarkan bahwa saat para murid mempersiapkan proyek akhir tahun mereka dengan membuat menu makanan ringan 'crepes' pada 17 Mei 2019 lalu, mereka memasukkan air kencing dan sperma ke dalam adonannya. Setelah itu, sejumlah murid tersebut menyajikannya untuk dimakan oleh para guru mereka selaku juri serta staf sekolah.

Juru bicara Kantor Sheriff Delaware County, Tracy Whited, mengatakan bahwa kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang dilakukan oleh salah seorang teman mereka. Lalu untungnya video itu dengan cepat beredar ke semua orang di sekolah yang diketahui bernama SMP Hyatts Powell. Seperti yang dilansir di Daily Mail pada Senin kemarin, Whited juga mengatakan bahwa pihak sekolah segera melaporkan kejadian tersebut sesaat setelah menerima video rekaman kelakukan para siswanya itu.

Otoritas penegak hukum menyatakan bahwa kejadian ini termasuk dalam kasus pidana dimana siswa yang terbukti malakukannya akan dijerat dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan. Whited menambahkan bahwa pihaknya akan segera memastikan apakah yang dicampur dalam crepes tersebut benar air kencing dan sperma atau bukan dengan memasukkannya ke dalam analisis forensik dengan uji laboratorium.

Sejauh ini petugas kantor Sheriff mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui dengan pasti berapa murid yang terlibat dan berapa jumlah guru serta staf yang terlanjur memakan crepes tersebut. Semua masih tahap penyelidikan. Seorang pengacara dari salah seorang murid, Brad Koffel, mengatakan bahwa bisa saja video itu hanyalah sebuah candaan (prank). Namun, pihak sekolah beranggapan bahwa keamanan dan keselamatan guru serta staf mereka adalah hal paling penting, sehingga kasus ini benar-benar harus diselidiki.

Kanal Kiriman Pembaca terdiri dari video dan artikel kiriman pembaca VidioViral.Com dan kami tidak bertanggung jawab atas isinya. Untuk melihat kiriman lain dari kontributor ini, silakan kunjungi situs berikut [Yaya Jarkasi]