Ratna Sarumpaet Semprot Abu Janda Soal Tenaga Kerja Asing di Era Jokowi

Oleh Nur Lella   ยท   23 Agu 2018 07:45 WIB   
Aktivis Ratna Sarumpaet menanggapi soal komentar Permadi Arya atau Abu Janda yang membantah isu tenaga kerja asing (TKA) di era Jokowi.

Sebelumnya, isu TKA sudah menghangat menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Kini, di tahun politik isu ini kembali menghangat.

Dilansir dari acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa malam (21/8/2018), Abu Janda sempat membantah berbagai isu yang menerpa kubu Jokowi.

Satu diantara isu tersebut adalah tenaga kerja asing yang dikabarkan banyak di Indonesia. Isu tersebut dibantah Abu Janda dan disebut sebagai hoaks. Ratna Sarumpaet pun akhirnya angkat bicara adanya bantahan dari kubu Jokowi.

"Kan dari tadi dia (Red: Abu Janda) bilang hoaks...hoaks, aku orang yang masih percaya ucapan Rocky Gerung bahwa pusat hoaks itu ada di kekuasaan," imnbuhnya.

"Jadi, kalau mau tanya buktinya mana? Yah itu janji-janji Presiden sederet itu bukan hoaks dan itu ada dampaknya," sambungnya.

Ratna menuturkan, hal itu membuat keresahan masyarakat dan diberikan ide-ide aneh seperti diminta menawar.

"Aku enggak menyalahkan orang membela, anda sudah menganggap di blok itu dan menganggap itu benar, tetapi tetaplah jadi orang yang kritis. Jangan dengan mencaci orang, kamu menganggap dirimu kritis, itu bagian dari kurang ajar," paparnya.

"Ada fakta di depan mata kamu lihat memang kamu tidak pernah lihat orang kesusahan di pasar, kamu ngomong soal TKA, kamu turun tidak. Kamu lihat enggak ke pabrik. Kamu pergi enggak ke tambang nikel. Kamu cuma mendengar ucapan menteri, menteri dari Presiden yang salah menurut gue," lanjutnya.

Ratna menjelaskan, kita tak perlu menyalahkan media sosial, yang perlu disalahkan adalah Negara. "Karena dia menimbulkan keresahan, media dibungkam bahkan disuruh mendukung dia, sekarang kita liat sendiri karakter media kita, apa masih ada semangat untuk investigasi, itu sedikit sekali, kita enggak tahu kebenaran, enggak ada orang yang mencari kebenaran, rakyat mencoba mencari kebenaran dan melampasnya di Twitter, lalu diserbu oleh buzzer," bebernya.

Simak video selengkapnya di atas, untuk informasi lebih lanjut.