Pro-Kontra Saf Salat Campur Pria-Wanita Saat Kampanye Prabowo di GBK

Oleh Pataya, Rina   ยท   08 Apr 2019 14:21 WIB   

Sempat viral foto pendukung pasangan calon Presiden Prabowo-Sandi yang salat berjamaah sebelum kampanye akbar di GBK. Namun dalam foto itu, terlihat beberala jamaah perempuan salat di saf laki-laki. Pro dan kontra terkait foto tersebut kemudian bermunculan.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilaj jika salat berjamaah yang dilakukan para pendukung Prabowo-Sandi tetaplah sah. Dilansir dari detik.com, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Soleh menjelaskan jika kondisi membuat makmun perempuan berada di depan makmum laki-laki atau disampingnya, maka sholat tetap sah, sepanjang syarat rukunnya terpenuhi. Sebab menurut Ni'am, urutan makmum antara laki-laki dan perempuan tidak termasuk syarat sah salat.

Berkebalikan dari penyataan MUI tersebut, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) justru mengatakan jika dimanapun lokasinya, saf tidak boleh bercampur antara laki-laki dan perempuan. Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi menjelaskan jika salat merupakan sarana umat islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka, dalam pelaksanaannya tidak boleh melanggar apa yang dilarang Allah SWT, salah satunya ialah berkumpul dengan lawan jenis. Namun ia menggarisbawahi, salat dengan saf bercampur boleh dilakukan dalam keadaan darurat ketika melakukan hal yang wajib. Ia mencontohkan seperti melaksanakan kewajiban wajib yakni pada saat di Padang Arafah dan lempar jumrah.