Saat Perempuan Saling Banting dalam Acara Adat di Gresik

Oleh Junaedi, Rina   ยท   05 Nov 2018 08:04 WIB   

Warga Pedukuhan Bongso wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik. Menggelar adu ketangkasan berupa gulat tradisional di acara angkat budaya sekaligus ruat kampung [Sedekah Bumi], Minggu (4/11/2018).

Pertandingan unik yang dikenal dengan "Okol" itu telah menjadi perhatian skala nasional. sebab, pertandingan adu kekuatan itu diikuti oleh peserta dari berbagai macam lapisan dan kalangan, baik pria maupun Wanita.

Belandang atau wasit dijadikan juri dalam pertandingan ini. Sebelum bertanding para peserta Okol terlebih dulu diperiksa oleh belandang. Peserta yang memiliki kuku panjang akan dipotong.

Pertandingan langka ini hanya bisa ditemui di daerah ujung timur Gresik, yang berbatasan dengan Surabaya. Seperti yang terlihat di Vidio peserta gulat tradisional dengan peserta perempuan saling adu bantingan untuk meraih gelar juara.

Sistem pertandingan hanya dibatasi dua ronde, peserta diwajibkan untuk membanting lawannya sampai jatuh. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang dan juga t-shirt.

Warga Pedukuhan Bongso Wetan pada umumnya menggelar acara adat ini setiap tahun, sebagai wahana angkat budaya yang telah turun temurun diwariskan oleh para leluhur, atau pendahulu kampung.

Likin, salah satu panitia adat aedakah bumi Bongso Wetan menerangkan, adu ketangkasan ini hanya bisa diikuti oleh peserta yang telah direkomendasi oleh belandang, sebagi penentu layak tidaknya peserta yang akan berlaga.

"Belandang atau wasit adalah penentu dalam gulat ini, mereka melakukan seleksi layak tidaknya peserta untuk berlaga di arena" Terangnya, Minggu (4/11).

Tradisi Gulat tradisional ini bukan hanya sekedar adu ketangkasan, melainkan bentuk syukur dari masyarakat Bongso Wetan atas hasil bumi yang diperoleh para petani.

Akhir musim kemarau menyambut musim penghujan menandai acara adat ini. Sebelum acara gulat tradisional ini digelar, masyarakat setempat membuat berbagai tumpeng dari berbagai macam hasil bumi dan ternak.

Tumpeng tersebut diarak ramai-ramai di ujung barat pedukuhan di sebuah sentono yang biasa disebut Sumur Kulon. Alunan musik dan Gending Jawa juga turut mewarnai tradisi unik [email protected] [Jn].

Kanal Kiriman Pembaca terdiri dari video dan artikel kiriman pembaca VidioViral.Com dan kami tidak bertanggung jawab atas isinya. Untuk melihat kiriman lain dari kontributor ini, silakan kunjungi situs berikut [Junaedi]