Jadi Lawyer Jokowi, Yusril Ungkap Alasan Tak Gabung Tim Prabowo

Oleh Aan Lusiadi   ·   07 Nov 2018 21:46 WIB   

Advokat papan atas Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Aksinya ini ternyata menimbulkan kontroversi di dunia politik Indonesia.

Beredar kabar bahwa Yusril menolak ajakan bergabung dengan Tim Prabowo. Setelah dihubungi oleh Merdeka.com, Yusril membenarkan adanya ajakan untuk bergabung dalam Tim Prabowo untuk pemenangan Pilpres 2019.

Dia mengungkapkan ajakan terjadi sekitar tiga bulan lalu dan langsung disampaikan Sandiaga serta Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono.

Menurut Yusril, ada beberapa hal yang menyebabkan dirinya tak bergabung dalam Tim Prabowo. Salah satunya, dia menilai terdapat kesan bahwa Prabowo-Sandi  lebih menguntungkan timnya sendiri tanpa memikirkan “feedback” antar koalisi.

“Jadi kalau kami membantu Pak Prabowo-Pak Sandi, apa yang sebaliknya bisa dibantu oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi kepada kami. Tapi tidak ada jawaban," ujar Yusril.