Ikut Demo Saat Berusia 10 Tahun, Seorang Bocah Terancam Hukuman Mati

Oleh Enjang Ghozali, Ade Danty   ยท   09 Jun 2019 11:46 WIB   

Seorang anak bernama Murtaja Qureiris di Arab Saudi dikabarkan terancam hukuman mati lantaran ikut demo. Murtaja yang saat itu masih berusia 10 tahun dilaporkan karena mengikuti demo aksi protes Arab Springs. Namun, remaja laki-laki tersebut baru ditangkap setelah 3 tahun berlalu saat usianya menginjak 13 tahun. Murtaja ditangkap di Bandara King Fahd saat akan melakukan perjalanan ke Bahrain.

Seperti yang dilansir oleh Daily Mail, Murtaja saat ini berusia 18 tahun dan telah menjadi tahanan selama 4 tahun. Dalam sidang praperadilan Murtaja terancam hukuman mati. Dirinya dilaporkan atas tuduhan melakukan tindak kekerasan, menembak aparat, bergabung dengan kelompok ekstremis, serta ikut dalam pemakaman kakaknya yang bernama Ali Qureiris yang tak lain juga pernah ikut dalam aksi demonstrasi.

Ali dianggap sebagai demonstran yang bisa dihukum sesuai dengan Dekrit Kerajaan 44/A oleh otoritas Arab Saudi. Menurut organisasi HAM Reprieve, negara penghasil minyak berlimpah tersebut telah mengeksekusi setidaknya 37 orang hingga April 2019 yang berasal dari kalangan minoritas Syiah.

Keluarga Murtaja disebut sering terlibat dalam aksi demo serupa, tak terkecuali sang ayah yang bahkan juga telah ditahan sejak 2018 silam. Murtaja dan keluarganya dikabarkan mengikuti demo yang menurut mereka untuk melawan perlakuan tidak adil pemerintah kepada kalangan Syiah.

Kanal Kiriman Pembaca terdiri dari video dan artikel kiriman pembaca VidioViral.Com dan kami tidak bertanggung jawab atas isinya. Untuk melihat kiriman lain dari kontributor ini, silakan kunjungi situs berikut [Enjang Ghozali]