Gara-Gara Live Streaming, Seorang TKW Diperiksa Kepolisian Hongkong

Oleh boedijono, VidioViralcom   ยท   05 Des 2017 20:52 WIB   

Nasib malang menimpa seorang TKW asal Indonesia yang bekerja di Hong Kong. Dia ditangkap pihak kepolisian karena telah melakukan kegiatan yang menurut hukum Hongkong sebuah pelanggaran hukum. Apesnya dia tidak tahu bahwa yang telah dia lakukan adalah hal yang dilarang di Hongkong. Dia ditangkap atas tuduhan mempertontonkan pornografi anak gara-gara melakukan life streaming saat dia memandikan anak majikannya.

 

Berdasarkan keterangan polisi setempat, wanita 28 tahun itu mengalami nasib apesnya tersebut setelah ia melakukan live streaming saat dirinya memandikan tiga anak majikannya. Ia dikatakan memperlihatkan anak-anak dalam kondisi tanpa busana di kamar mandi sebuah apartemen di Electric Road, North Point sambil live di Facebook, Jumat (1/12/2017) malam. Ketiga anak itu berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun. Video berdurasi 17 menit itu kemudian diunggah di akunnya, namun telah dihapus pada Senin (4/12/2017).

New Strait Times, Selasa (5/12/2017) melansir bahwa sebenarnya salah satu anak dalam video tersebut terlihat menanyakan apakah TKW itu sedang merekam. Tapi TKW itu tidak mau berhenti merekam meskipun sudah dilarang oleh anak itu. Polisi mengatakan bahwa seorang wanita melaporkan adanya kejadian tersebut pada Senin siang. Wanita yang kemudian dikenali sebagai majikan TKW itu menyebutkan bahwa seorang asisten rumah tangga (ART) menayangkan putra dan putrinya saat mandi. Menurut kepala Hong Kong Employment Agencies Association (Asosiasi Lembaga Ketenagakerjaan Hong Kong) Cheung Kit-man, ART tersebut sepertinya tidak mengerti bahwa aksinya merupakan bentuk pelanggaran hukum.

Sementara itu Perwakilan Asian Migrants’ Coordinating Body (Badan Koordinasi Migran Asia) Eni Lestari mengungkapkan bahwa kasus ini berkaitan dengan masalah perbedaan budaya. Pemerintah juga bertanggungjawab untuk memberikan pedoman kepada ART mengenai perilaku terlarang dan tidak sopan. Sementara itu, menurut Stephen Wong Kai-yi, anggota komisi yang menangani masalah privasi, dalam kasus ini, privasi diusik jika video diambil di tempat pribadi seperti kamar mandi. Semoga saja TKW ini dimaafkan dan dibebaskan dari segala dakwaan karena memang dia tidak tahu dan tidak ada yang memberitahu tentang hal ini sebelumnya.

Simak video yang diunggah akun Youtube Medsos Video (05/12/2017) berikut ini