Evakuasi Kecelakaan Maut Bus Terguling Tanjakan Emen

Oleh Ati Johan   ยท   11 Feb 2018 21:20 WIB   

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak , yang berarti kehidupan didepan kita adalah rahasia Alloh SWT , untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka.

Kecelakaan bus terjadi di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat sekitar pukul 17.00 pada Sabtu (10/2/2018), adalah kejadian yang sama sekali tidak direncanakan.

Informasi yang didapatkan dari Kompas TV, kecelakaan terjadi di turunan Kampung Cicenang, Cietar Subang.

Menurut data yang dilansir Tribun Jabar, kendaraan bus pariwisata berisi 50 orang penumpang.

Bus pariwisata yang berisi rombongan Koperasi Simpan Pinjam Permata Ciputat Tangerang Selatan tersebut datang dari arah Bandung.

Sesampainya di turunan Cicenang, kendaraan terbalik dan menabrak Honda Beat.

Saat berita ini diturunkan, korban tewas bertambah dari 13 menjadi 27 orang.

"Rombongan Bus Parawisata datang dari arah Bandung menuju Subang, sesampainya di turunan kendraan Bus terbalik dan menabrak Sepeda motor Honda Beat Nopol T 4382 MH," kata Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Hari Suprapto melalui pesan singkat.

Kecelakaan atau musibah apapun dapat terjadi pada siapa saja dan tidak pernah dapat diperkirakan kapan waktunya, terjadi begitu saja. Pada dasarnya musibah merupakan sesuatu yang begitu akrab dengan kehidupan kita. Adakah orang yang tidak pernah mendapatkan musibah? Tentu tak ada. Musibah adalah salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah kepada manusia. la adalah sunnatullah yang berlaku atas para hamba-Nya. la bukan berlaku pada orang-orang yang lalai dan jauh dari nilai-nilai agama saja. Namun ia juga menimpa orang-orang mukmin dan orang-orang yang bertakwa. Bahkan, semakin tinggi kedudukan seorang hamba di sisi Allah, maka semakin berat ujian dan cobaan yang diberikan Allah Subhaanahu wataaala kepadanya. Karena Dia akan menguji keimanan dan ketabahan hamba yang dicintai-Nya.

Hendaknya seorang hamba bersabar dan memuji Alloh SWT ketika tertimpa musibah, sebab walaupun ia sedang terkena musibah sesungguhnya masih ada orang yang lebih susah darinya. Hendaknya ia melihat musibah yang sedang diterimanya dengan keridhaan dan kesabaran serta berserah diri kepada Allah Dzat yang telah mentakdirkan musibah itu untuknya sebagai ujian atas keimanan dan kesabarannya.