Demi Hijrah, Napi di Lapas Nusakambangan Ramai-ramai Hapus Tato

Oleh Aan Lusiadi   ยท   10 Feb 2019 21:37 WIB   

Seorang narapidana sering kali dicap sebagai orang yang memiliki kepribadian atau perilaku negatif oleh sebagian orang. Hal ini terjadi karena para napi yang masuk dalam penjara pasti dikarenakan suatu tindakan yang bersifat salah di mata hukum atau pun peraturan yang berlaku.

Namun meski pun dianggap sebagai orang yang tidak baik, para napi tetap memperbaiki diri baik dari kehidupan bersosial bahkan kehidupan beragama.

Seperti yang terjadi di Lapas Nusakambangan, demi hijrah, para napi ramai-ramai menghapus tatonya pada Sabtu (9/2/2018). Untuk menghapus tato para napi, pihak Lapas bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS).

Saat dimintai keterangan, seorang napi berinisial TN mengaku menghapus tato karena merasa takut jika pertobatan yang telah dan masih ia lakukan tidak sah hanya karena memiliki sebuah tato.