3 Santri Indonesia Raih Emas dan Perak di Olimpiade Matematika Internasional

Oleh Aan Lusiadi   ยท   14 Sep 2018 18:01 WIB   

Tiga orang santri dari Pondok PesantrenQomaruddin, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berhasil mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Mereka meraih medali emas dan perak di olimpiadematematika Internasional di Hongkong.Uniknya lagi, ketiga santri itu adalah saudara kandung. Mereka dalah MuhammadJilan Wicaksono yang mendapat medali emas mewakili Mts Assaadah. Ahmad WasisShofiyulloh dan Strisadhuta Sofia yang mendapatkan medali perak tingkat SDutusan MI Assaadah.Tiga santri ini adalah anak dari Abdul Qodir dan Sumiati. Menurut sang ayah,Abdul, ketiga anaknya ini memang sudah menggemari matematika sejak kecil.Karena itu, Abdul yang juga merupakan guru ini, menerapkan berbagai metodemengajari anaknya matematika.ย "Kami menumbuhkan minat terhadap matematika dan berhitung melalui game danpermainan keseharian, sehingga anak kemudian menyenangi matematika,"katanya kepada TIMES Indonesia.Dari metode pembelajaran inilah, ketiga anaknya merasa bahwa belajar matematikaitu mudah dan menyenangkan. Ketiga santri ini juga sudah beberapa kalimengikuti lomba nasional atau internasional. Pada tahun 2014 silam, Muhammad Jilan Wicaksono memperoleh medali emas dalamolimpiade matematika di Singapura.

Pengurus Ponpes Qomaruddin, KH Muhammad Allaudin, sangat mengapresiasi anakdidiknya ini. Ia berharap santri lain bisa mengikuti jejak mereka.